← Semua layanan

Operasional finance B2B

Invoice overdue jangan cuma masuk daftar. Harus terus bergerak sampai selesai.

Kami membantu tim finance tahu siapa yang sudah dihubungi, customer bilang apa, apa yang menahan pembayaran, kapan mereka janji bayar, dan apakah uang yang masuk sudah benar-benar terpasang ke invoice yang tepat.

Receivables workflow visual showing an overdue invoice progressing toward matched payment

Yang ingin dilihat tim finance

Buka satu invoice, langsung tahu ceritanya dan apa yang harus dilakukan.

Bukan sekadar angka overdue. Catatan customer, dispute, janji bayar, follow-up berikutnya, dan status pembayaran harus ada di satu tempat supaya tidak bergantung pada ingatan orang.

Dahulukan invoice yang paling pentingTindak lanjuti dengan konteks lengkapTutup setelah pembayaran benar-benar cocok
Simplified managed receivables illustration

Begini alurnya

Invoice overdue itu awal masalah, bukan akhir laporan.

Setelah jatuh tempo, harus jelas siapa yang dihubungi, apa responsnya, apa yang menghambat, dan kapan pembayaran benar-benar masuk.

INVOICETerbitnilai · jatuh tempo · customer
JATUH TEMPOBelum dibayarberapa hari · nilai · prioritas
RESPONS CUSTOMERApa katanya?sudah bayar? dispute? dokumen kurang?
MASIH NYANGKUTDispute / janji bayarPIC · tanggal janji · buktifollow-up →
UANG MASUKMutasi bankpengirim · nilai · tanggal
SELESAIPembayaran terpasanguang masuk → invoice yang tepat✓ ditutup

Masalah yang sering terjadi

Masalahnya bukan susah bikin reminder. Masalahnya memastikan setiap invoice terus bergerak.

Aging report cuma bilang mana yang overdue. Biasanya ia tidak bilang kenapa pembayaran tertahan, siapa yang harus follow-up, apakah janji bayar ditepati, dokumen apa yang masih kurang, atau apakah uang sebenarnya sudah masuk tapi belum ter-match.

  • Riwayat follow-up tersebar di banyak tempatEmail, WhatsApp, dan catatan spreadsheet membuat tim sulit melihat kondisi terakhir satu invoice.
  • Pembayaran tertahan karena masalah yang bukan sekadar “belum bayar”POD kurang, PO tidak cocok, invoice belum diterima, dokumen pajak, atau perbedaan harga butuh koordinasi—bukan reminder lagi.
  • Janji bayar mudah terlewatKalau tanggal janji lewat tanpa pembayaran, kasus langsung kembali jadi tindak lanjut.
  • Uang sudah masuk, tapi invoice belum ditutupPembayaran dianggap selesai setelah benar-benar dicocokkan ke invoice yang tepat, bukan hanya karena ada transfer masuk.

Cara kami membantu

Setiap invoice punya cerita yang lengkap dan langkah berikutnya.

01

Dahulukan yang penting

Urutkan aging berdasarkan nilai, lama overdue, customer, dispute, dan bukti yang tersedia.

02

Follow-up dengan konteks

Komunikasi mengikuti aturan komunikasi yang disepakati, dan riwayat kontak tetap menempel ke invoice.

03

Beresi penghambatnya

Koordinasikan dokumen yang kurang, detail dispute, atau tindakan internal yang dibutuhkan agar pembayaran bisa jalan.

04

Jangan biarkan janji bayar hilang

Tanggal dan nilai yang dijanjikan dicatat. Kalau lewat tanpa pembayaran, kasus otomatis perlu ditindak lagi.

05

Cocokkan lalu tutup

Uang yang masuk dicocokkan ke invoice yang benar supaya “sudah bayar” dan “sudah selesai” tidak tercampur.

Status yang mudah dipahami

Setiap invoice harus bisa menjawab: “sekarang ngapain?”

Belum jatuh tempo / overdue

Nilai invoice, tanggal jatuh tempo, berapa hari terlambat, customer, dan prioritasnya terlihat jelas.

Sudah dihubungi

Kontak terakhir, channel, respons customer, dan jadwal follow-up berikutnya tetap menempel ke invoice.

Ada dispute

Alasannya, dokumen yang dibutuhkan, PIC internal, dan respons customer disimpan sebagai satu kasus.

Ada janji bayar

Tanggal dan nilai yang dijanjikan dicatat. Kalau lewat tanpa pembayaran, kasus kembali masuk daftar tindak lanjut.

Uang masuk, belum cocok

Transfer sudah terlihat, tetapi invoice belum dianggap selesai sampai pembayaran terpasang dengan benar.

Selesai

Pembayaran sudah cocok ke invoice yang tepat dan riwayat tindak lanjut tetap tersimpan.

Cek cepat

Apakah volume follow-up-nya sudah cukup merepotkan untuk dikelola bersama?

Biasanya paling terasa manfaatnya kalau invoice dan customer cukup banyak, follow-up sering berulang, dan tim bersedia mendelegasikan sebagian proses berdasarkan aturan komunikasi yang jelas.

Apakah layanan ini cocok?

Empat pertanyaan. Data tidak keluar dari browser Anda.

Mulai kecil dulu

Tidak perlu kirim seluruh buku piutang.

Data awal

  • ID customer dan invoice
  • Tanggal invoice, jatuh tempo, nilai, dan outstanding
  • Kontak atau PIC saat ini jika ada
  • Catatan follow-up atau status dispute
  • Contoh alur pembayaran / bank

Yang kami rapikan

  • Status terakhir tiap invoice
  • Prioritas dan langkah berikutnya
  • Alasan dispute atau dokumen yang kurang
  • Janji bayar dan tanggal follow-up
  • Pencocokan pembayaran sampai selesai
Catatan: Layanan ini fokus pada follow-up operasional, bukan penagihan hukum. Kasus yang membutuhkan ancaman hukum, penegakan hukum, atau proses legal harus ditangani melalui pihak yang berwenang. Komunikasi ke customer selalu mengikuti aturan komunikasi yang disepakati.

Mulai dari aging yang sekarang

Tunjukkan beberapa invoice dan cara tim Anda mengejarnya hari ini.

Tidak perlu serahkan seluruh data piutang. Sample terbatas sudah cukup untuk melihat pola masalah dan beban follow-up-nya.

WhatsAppBahas piutangEmailKirim sample agingAturan komunikasi dan penanganan data disepakati sebelum operasional berjalan.